Desa Wisata Jaka Garong Jadi Ajang Kemah Edukatif dan Pembinaan Karakter

Desa Wisata Jaka Garong yang terletak di Padukuhan Garongan, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, kembali menunjukkan perannya sebagai ruang edukasi berbasis alam dan budaya. Kawasan wisata berbasis masyarakat ini menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kemah pelajar yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah, dengan rangkaian agenda pembinaan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan kepramukaan.


Hizbul Wathan (HW) Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menggelar Kegiatan Kemah sebagai bagian dari pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Desa Wisata Jaka Garong, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman pada 16-19 Desember 2025,
Kegiatan kemah tersebut berlangsung selama beberapa hari dengan jadwal yang terstruktur, mulai dari upacara pembukaan, materi keorganisasian, pelatihan kepemimpinan, hingga aktivitas lapangan dan pentas seni. Berdasarkan dokumen jadwal kegiatan yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan, kemah dirancang tidak hanya sebagai aktivitas rekreatif, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter yang terukur dan sistematis.
Desa Wisata Jaka Garong dipilih sebagai lokasi karena dinilai memiliki kelengkapan sarana alam terbuka yang memadai serta lingkungan yang masih asri. Area persawahan, aliran sungai, dan ruang terbuka hijau dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual bagi para peserta.
Salah satu pengelola Desa Wisata Jaka Garong, Herda, menilai kegiatan kemah sangat sejalan dengan konsep wisata edukasi yang selama ini dikembangkan. “Keunggulan Jaka Garong terletak pada suasana alam yang masih terjaga, dukungan masyarakat yang kuat, serta fleksibilitas lokasi untuk berbagai kegiatan edukatif seperti kemah, pelatihan, dan pembelajaran luar ruang,” ujar Herda saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, Jaka Garong tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya. Para peserta kemah diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan desa, mengenal kearifan lokal, serta belajar hidup mandiri dan disiplin selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Panitia kegiatan kemah menyampaikan bahwa seluruh agenda telah disusun secara rinci, mencakup sesi materi, ibadah berjamaah, apel, diskusi kelompok, hingga evaluasi harian. “Jadwal kegiatan disusun untuk melatih kedisiplinan waktu, tanggung jawab, dan kerja sama antar peserta,”
Selain itu, kegiatan kemah ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah warga terlibat dalam penyediaan konsumsi, pengelolaan area, serta dukungan logistik. Hal ini memperkuat posisi Desa Wisata Jaka Garong sebagai destinasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal.


Dengan terselenggaranya kemah pelajar di Desa Wisata Jaka Garong, diharapkan kawasan ini semakin dikenal sebagai pusat wisata edukasi dan kegiatan kepemudaan. Ke depan, pengelola desa wisata bersama masyarakat berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan, agar Jaka Garong tetap menjadi pilihan utama untuk kegiatan pendidikan, pelatihan, dan wisata berbasis alam. [Arif Hartanto – KIM Kertomandiri]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*