Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat melalui Pengukuhan DMI

Pengurus Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Turi masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Rabu (22/7/2026). Kepengurusan baru dipimpin oleh Ariful Haq, M.Pd.I, dengan harapan mampu memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan masyarakat, hingga pemberdayaan umat.


Acara pengukuhan dihadiri Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, H. Suripto, S.H., Panewu Turi Joko Susilo, M.Si., perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, MWC Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Panewu Turi Joko Susilo menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru DMI Kapanewon Turi. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam memakmurkan masjid.
“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini. Alhamdulillah saya dapat hadir bersama Bapak-Ibu sekalian. Bagi saya, Dewan Masjid Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi wadah untuk menyatukan potensi umat dan mengoptimalkan peran masjid dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat melaksanakan ibadah. Masjid juga menjadi ruang pembelajaran, pembinaan karakter, penguatan sosial, hingga sarana membangun kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, Joko berharap kepengurusan DMI yang baru mampu melahirkan berbagai program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Masjid diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan umat dan menjadi tempat membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi masyarakat saat ini, terutama dalam membina generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, perubahan pola pergaulan anak-anak dan remaja memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membina generasi muda. Kita perlu menghadirkan program-program yang menarik, mendidik, dan sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga anak-anak dan remaja merasa nyaman serta rindu datang ke masjid,” ungkapnya.
Ia meyakini, apabila seluruh potensi umat dapat dihimpun melalui DMI, maka kekuatan besar akan lahir untuk menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat. Sinergi antarorganisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam mengembangkan berbagai kegiatan yang produktif.


Selain menjadi pusat ibadah, Joko berharap masjid semakin aktif mendukung pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, pembinaan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DMI Kapanewon Turi yang telah dikukuhkan.
“Selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, serta bersama-sama menguatkan peran masjid sebagai pusat persatuan dan kemajuan umat,” tuturnya.
Dengan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, DMI Kapanewon Turi diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemakmuran masjid sekaligus mempererat kolaborasi antarumat dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya. (Arif Hartanto_KIM Kertomandiri)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*