Dua Kalurahan, Satu Tujuan! Bangun Wilayah Lewat Sinergi Nyata

Turi, Sleman – Dalam upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur perdesaan yang merata dan berkelanjutan, dua kalurahan di Kapanewon Turi Girikerto dan Donokerto resmi menyatukan langkah melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun 2025.
Sinergi ini ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Aula Kapanewon Turi. Kegiatan ini bukan hanya forum koordinasi, tetapi momentum penting yang menunjukkan komitmen dua wilayah bertetangga untuk membangun bersama. “Hari ini, kita tidak hanya menyepakati rencana, tetapi juga memperkuat tekad bahwa pembangunan bisa lebih efektif bila dikerjakan bersama,” ujar Panewu Turi, Joko Susilo, SP., M.Si., dalam sambutannya.


“Empat Agenda Penting, Satu Semangat Kebersamaan” ujar Dewi selaku fasilitator dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY dalam mengantarkan kegiatan hari ini. Musyawarah dimulai dengan sosialisasi awal PISEW sebagai agenda yang pertama, menjelaskan tujuan dan manfaat program kepada seluruh peserta. Sosialisasi ini membuka ruang diskusi terbuka mengenai tantangan pembangunan di masing-masing kalurahan dan pentingnya kerjasama lintas wilayah. Agenda dilanjutkan dengan Pemilihan Pengurus Kelompok Kerja Antar Kalurahan (KKAK) secara demokratis. KKAK menjadi tim pelaksana lapangan yang akan menjembatani antara rencana program dan kebutuhan warga. Agenda ketiga adalah Penyusunan dan penandatanganan Surat Keputusan Bersama Kepala Kalurahan, sebagai bentuk legitimasi atas struktur KKAK yang telah dibentuk. Agenda keempat adalah Penyusunan Peraturan Bersama Kepala Desa (PERMAKDES), yang berisi tata kelola kolaborasi antara Girikerto dan Donokerto dalam pelaksanaan program PISEW 2025.
Kedua Kalurahan ini menyepakati nama kegiatan PISEW 2025 di Kapanewon Turi ini adalah “Dadi Rejo” dalam bahasa Jawa memiliki arti Dadi” berarti “menjadi” atau “jadi”, sedangkan “Rejo” berarti “ramai”, “makmur”, atau “sejahtera”. Jadi, secara harfiah, “Dadi Rejo” bisa diartikan sebagai “Proses atau keadaan di mana sesuatu (bisa tempat, kondisi, atau situasi) berubah menjadi lebih ramai, makmur, atau Sejahtera” ungkap Sudibyo selaku Lurah Girikerto. “Dengan komitmen dan sinergi, Donokerto dan Girikerto kini bukan hanya berbagi batas wilayah, tapi juga visi pembangunan yang sama“ ujar Lurah Donokerto, R.Waluyo Jati yang hadir juga dalam acara ini. (RIZ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*