Rapat Bidang Pertanian dilaksanakan pada Hari Rabu, 10 November 2021 Pukul 09.00 WIB – Selesai. Kegiatan dilaksanakan di Sendang Mbudho, Daren Lor, Donokerto, Turi Sleman.
Acara dibuka oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Rachmad Widaryanto, SP., MM. kemudian dilanjutkan penyampaian dari Kepala UPT BP4 Wilayah V Pakem-Turi Sigit Widiyanto, S.Hut, dan sekaligus dilakukan diskusi.
Ketua Kelompok Perikanan Girikerto meminta UPT BP4 Wilayah V Pakem Turi untuk membuat Masterplane Pengembangan UMKM Berbasis Perikanan Budidaya Air Tawar di Wilayah Kapanewon Turi, sehingga Kapanewon Turi khususnya bisa sebagai pusat produksi dan pengolah hasil perikanan air tawar.
Ketua Gapoktan Bangunmakmur menyatakan luas lahan pertanian salak di Kapanewon Turi, Tempel dan Pakem saat ini kurang lebih 3.000 hektare dan yang masih aktif berkisar 1.500 hingga 2.000 hektare dari luas lahan tersebut digarap oleh 34 kelompok petani salak. selain kendala transportasi, kendala lainnya dalam pemenuhan kebutuhan ekspor adalah semangat petani salak yang mulai menurun di Kabupaten Sleman. Sehingga meminta kepada pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk membuat program-program yang dapat meningkatkan kembali semangat pertanian salak di Sleman.
KWT Girikerto menyatakan bahwa untuk tujuan ekspor salak produksi Kelompok Tani harus sudah mendapatkan sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik. Caranya adalah secara bertahap petani mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan pupuk buatan petani atau pupuk kandang. Diharapkan Kelompok Tani di Kapanewon Turi tetap berkomitmen dengan pertanian organik.
Ketua Gapoktan Wonomakmur menyatakan bahwa CV Mitra Turindo, Imorejo, Wonokerto, Turi. Pada 2020, ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia, ekspor buah salak menurun menjadi 160 ton saja karena terkendala terbatasnya transportasi untuk ekspor, namun pada tahun 2021 ini perlahan-lahan bisa kembali mengekspor salak ke Kamboja sebanyak 5 ton per minggu dengan kapal laut.
Pernyataan dari Dokter Hewan Hanarini sebagai Koordinator Puskeswan Turi. Puskeswan merupakan ujung tombak bidang kesehatan hewan yang berada di Kapanewon Turi. Tugas pokok Puskeswan melakukan pelayanan kesehatan hewan sesuai wilayah kerja yang ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan status kesehatan hewan tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak. Pelayanan di Puskeswan tidak dipungut biaya.
Kegiatan Rapat Bidang Pertanian berakhir Pukul 12.00 WIB.








Be the first to comment